Halaman ini menjelaskan tentang Ketentuan yang berlaku untuk Perkawinan Campuran. :

  • Dalam hal suami atau istri warga Negara Indonesia meninggal dunia, izin tinggal tetap orang asing yang diperoleh karena perkawinan campuran tetap berlaku.
  • Orang asing sebagaimana dimaksud pada point 1 yang suami atau istrinya warga Negara Indonesia meninggal dunia harus memiliki penjamin berkewenangan Indonesia.
  • Dalam hal ayah dan/ atau ibu warga Negara Indonesia meninggal dunia, izin tinggal terbatas atau izin tinggal tetap anak berkewarganegaraan asing dari hasil perkawinan tetap berlaku.
  • Anak berkewarganegaraan asing dari hasil perkawinan sebagaimana dimaksud yang ayah dan/ atau ibu warga Negara Indonesia ‘meninggal dunia’, harus memiliki penjaminan berkewarganegaraan Indonesia.
  • Untuk perkawinan campuran yang telah berusia 10 (sepuluh tahun) tahun, izin tinggal tetap orang asing yang diperoleh karena perkawinan yang sah tetap berlaku walaupun perkawinannya telah berakhir karena perceraian dan/ atau atas putusan pengadilan.
  • Pemegang izin tinggal tetap tersebut harus memiliki penjamin berkewarganegaraan Indonesia.
  • Untuk perkawinan campuran yang berusia kurang dari 10 (sepuluh) tahun, izin tinggal tetap orang asing yang diperoleh karena perkawinan yang sah tetap berlaku walaupun perkawinannya telah berakhir karena perceraian dan/ atau atas putusan pengadilan jika orang asing yang bersangkutan memiliki penjamin.
  • Penjamin tersebut merupakan perorangan yang berkerwarganegaraan Indonesia.
  • Penjamin tersebut harus diajukan pada kantor imigrasi yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal orang asing dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal diterbitkannya akta perceraian.
  • Jika orang asing tidak mengajukan pernjamin dalam jangka waktu yang ditentukan, maka izin tinggal tetap dibatalkan.